NEWS

Post Top Ad

Pastiin Dulu

Selasa, Juni 26, 2018

Memilih Dengan Nurani

Saya ingat sebuah kisah yang pernah dituturkan oleh YE Mr. Tan Hung Seng, Permanent Representatives Singapura untuk Asean, bahwa ketika merdeka dulu Singapura hanyalah sebuah negara kecil yang miskin dan kotor. Masyarakatnya sangat tidak taat aturan dan bahkan seenaknya meludah dan membuang sampah di mana-mana. Celakanya negara seupil itu juga tidak memiliki sumber daya alam sama sekali. Bahkan air bersih dan sayuranpun harus diimpor dari tetangganya. 

Tapi dalam kurun waktu hanya 2-3 dekade, Singapura berubah menjadi negeri mungil yang sangat indah, bersih, tertib dan kaya raya. Bahkan mampu menjadi pusat perdagangan barang dan uang kelas dunia. Ini adalah sebuah mukjizat yang luar biasa. 

Kisah yang hampir mirip juga terjadi pada Uni Emirat Arab (UEA).  Bedanya, negara federasi yang didirikan tahun 1971 ini memang kaya akan minyak, dan sebenarnya tidak perlu melakukan sesuatu yang radikal. 

Tapi Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan dan Sehikh Rashid bin Saeed Al Maktoum,  dua pemimpin berpengaruh UEA tidak berpikir demikian. Mereka ingin menumbuhkan UEA tidak semata-mata bergantung pada minyak. Visi mereka adalah ingin menjadikan UEA sebagai salah satu hub dan pusat investasi dunia. 

Sejak akhir 1970-an mereka aktif mendidik kaum pemudanya di luar negeri,  memperbesar pelabuhan Rashid tahun 1978 dan membangun satu lagi yang lebih besar,  yaitu Jebel Ali (saat ini menjadi pelabuhan tersibuk ke 9 di dunia). Tahun 1985 didirikan maskapai Emirate, yang pelayanannya menjadi salah satu terbaik di dunia. Kita bisa melihat bagaimana perkembangan Dubai dan Abu Dhabi dalam dua dekade terakhir, di atas tanah gurun pasir yang gersang. 

Kata kuncinya adalah menemukan pemimpin yang memiliki hati nurani, pemimpin yang membangun negerinya, pemimpin yang bukan hanya memikirkan diri dan kelompoknya sendiri dan tentu saja pemimpin yang bersih serta bebas korupsi. Sosok pemimpin inilah yang menciptakan masa depan. 

Maka buat rekan-rekan di daerah yang besok melaksanakan pilkada, pilihlah dengan rasional. Jangan hanya mengandalkan pragmatisme kesamaan suku, agama dan golongan semata. Pilih pemimpin yang menjaga keutuhan NKRI, yang setia pada UUD 1945 dan Pancasila sebagai dasar dan filosofi kehidupan bangsa Indonesia, serta yang mengusung kebhinnekaan sebagai sebuah keniscayaan yang memperkokoh persatuan Indonesia.

Masa depan daerah kita sangat tergantung dari siapa pemimpin yang kita pilih. Kita berdosa kepada anak cucu kita kalau kita salah memilih pemimpin, karena masa depan adalah milik mereka. Salam perjuangan.

Dr. Harris Turino

Post Top Ad

Pastiin Dulu