NEWS

Post Top Ad

Pastiin Dulu

Rabu, Agustus 14, 2013

Day 2 - Berlin

8 Agustus 2013 Day 2 - Berlin Berlin adalah kota tujuan pertama dalam tour kami kali ini. Setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta dan transit di Singapore dan Istambul (Turki), kami mendarat dengan selamat di Berlin tepat jam 10.25 pagi waktu Berlin. Sepanjang perjalanan dengan Turkish Airline, lumayan saya bisa tidur cukup nyenyak. Anak dan binipun kelihatannya juga bisa istirahat dengan cukup, walau badan tetap terasa remuk ditekuk hampir 16 jam di pesawat. Dalam tour ATS kali ini jumlah anggotanya 24 orang di bawah pimpinan tour leader Marcell yang tampaknya bersahabat dan mumpuni sebagai tour leader. Berlin adalah ibukota German, dengan jumlah penduduk 3.3 juta jiwa dan merupakan kota terbesar di German. Kota ini terletak di Timur Laut German dan berjarak kira-kira 60 km dari perbatasan dengan Polandia. Pada jaman jadul Berlin juga sudah menjadi ibukota Kerajaan Prussia, cikal bakal bangsa German. Pada tahun 1920 Berlin adalah salah satu kota terbesar di dunia. Dibandingkan kota-kota tua lainnya di Eropa, menurut saya Berlin tergolong kurang indah dan tidak seartistik kota-kota lainnya. Mungkin ini akibat hampir separuh bangunan kota hancur lebur pada Perang Dunia kedua. Sejarah mencatat ratusan ribu orang terbunuh dalam perang Berlin. Sejarah German juga tidak terlepas dari pembantaian Orang Yahudi. Sepanjang tahun 1933 ketika Adolf Hitler naik tahta dan menguasai Germany, lebih dari 80.000 Orang Yahudi tewas dibunuh. Dua camp concentration yang terkenal sebagai tempat pembantaian bangsa Yahudi adalah Sachsenhausen dan Auswitz. Kota Berlin adalah kota yang tercabik dan terkoyak akibat kekalahan German dalam perang dunia kedua. Secara politis kota ini terbagi dalam dua zona, yaitu Berlin Timur yang menjadi ibukota German Timur dan di bawah kekuasaan Uni Soviet dan Berlin Barat yang berada di bawah kekuasaan Amerika, Perancis dan Inggris. Sejalan dengan memuncaknya perang dingin antara blok Timur dan Barat, sejak tahun 1961 di bangun tembok Berlin sepanjang 176 km yang menjadi garis damarkasi antara Timur dan Barat. Tembok legendaris ini memiliki ketinggian hanya 3.4 m dan ketebalan sekitar 20 cm. Tampak ringkih dibandingkan dengan kesan sebagai "tembok pemisah" dua kubu yang berseberangan. Tetapi keringkihan itu ditopang oleh ribuan tentara dan meriam yang mengawal sepanjang tembok tersebut dari masing-masing pihak yang berlawanan. Melihat bekasnya dalam wisata kemarin, sulit membayangkan bahwa tembok inilah yang membuat sebuah bangsa terpisah secara de fakto dan de jure. Begitu banyak keluarga yang terpaksa terpisah akibat keberadaan tembok ini. Syukurlah pada 9 Nopember 1989, sejalan dengan berakhirnya perang dingin, tembok ini diruntuhkan dan disambut dengan ephoria warga Berlin menyambut bersatunya sebuah bangsa yang tercabik. Brandenburg Gate adalah obyek yang cukup menarik yang kami kunjungi. Di titik inilah konon juga menjadi titik awal berdirinya tembok pemisah. Inilah titik batas antara kubu Sosialis - Marxism Soviet dan Liberal Kapitalis Amerika. Begitu banyak orang yang mengabadikan dirinya lewat jepretan kamera di pintu gerbang yang dulunya sangat angker akibat perbedaan politik. Saya sempat ngobrol dengan sepasang suami istri yang berusia sekitar 60 tahunan dan mengayuh sepeda sepanjang 900 km dari Amsterdam. Wow ada juga ya orang-orang petualang yang unik di negeri ini. Di bagian belakang sepeda mereka ada semacam bagasi kecil buat tempat pakaian dan peralatan yang mereka bawa. Mungkin inilah cara mereka menikmati musim panas di Eropa di usia pensiunnya. Dalam tour kali ini, kami juga menyaksikan bekas zone demarkasi yang paling terkenal dengan nama Check Point Charlie. Di sinilah dulu yang menjadi salah satu pintu gerbang yang dijaga oleh tentara Amerika di satu sisi dan Soviet di sisi berlawanan. Konon ratusan orang menjadi korban akibat mencoba melintasi tembok bersejarah ini. Local guide kami menunjukkan bekas tembok tersebut, yaitu batu bata merah berbentuk garis yang melintang. Ada juga bongkahan bekas tembok yang dibiarkan berdiri selebar kira-kira 3 m yang menjadi obyek foto. Kami juga mengunjungi sisa "reruntuhan" tembok yang memang sengaja tidak dibongkar sepanjang 1.7 km di mana di dinding tembok tersebut dilukis mural dalam berbagai tema, salah satunya adalah dua pimpinan tertinggi Uni Soviet yang berciuman "mesra". Mbuh opo artinya. Saya jadi ingat rekan-rekan mahasiswa pascasarjana IKJ yang kampusnya juga dikelilingi dinding lukisan mural yang awalnya "sulit" saya mengerti di mana keindahannya. Kami juga mengunjungi Gedung Parlemen Reichstat Building yang terkenal dengan kubah solar cell panelnya. Gedung ini hancur total dalam perang dunia kedua dan direstorasi bagian luarnya untuk mengembalikan keasliannya. Dari tampak luar memang seperti bangunan bersejarah, tetapi konon di dalamnya adalah bangunan modern yang masih digunakan sebagai Gedung Parlemen sampai sekarang. Acara tour hari kedua ini ditutup dengan mengunjungi Katedral Berlin, sebuah gereja protestan yang dibangun pada abad ke 13. Sayang kami ndak sempat masuk ke dalam gereja itu. Malam ini kami bermalam di Berlin Hotel, sebuah hotel bintang 4 yang terletak kira-kira 2 km dari banhauf Posdamer Platz yang menjadi pusat kota Berlin. Hotel ini cukup nyaman dan kami langsung terlelap.

Post Top Ad

Pastiin Dulu