NEWS

Post Top Ad

Pastiin Dulu

Rabu, Agustus 22, 2012

Day 2

Day 2 - August 18, 2012 Pagi ini kami ndak perlu bangun terburu-buru karena pesawat kami akan terbang dari Taipei ke Los Angeles jam 4 sore. Setelah sarapan kami masih sempet leyeh-leyeh di hotel sambil menunggu waktu berangkat ke bandara. Tepat pukul 1 siang kami diantar oleh bis hotel menuju bandara. Dari informasi kelas penerbangan dan nomer tempat duduk yang tertera di boarding pass yang sudah kami dapatkan dari tour leader, saya masih penasaran, walaupun belum yakin bahwa ternyata untuk rute Taipei - LA kami mendapatkan upgrade ke First Class. Wow..... Ini sesuatu yang sangat menarik. Saya sendiri yang biasa melanglang buana ke banyak negara belum pernah menikmati fasilitas First Class. Paling banter Business Class. Saya jadi ingat kata-kata Chairman ODL Mr. Tony Ezenna, guru dan boss saya, "When I started the business, I flew economy class from Lagos (Nigeria) to Jakarta and stayed in the cheap small hotel di Tanabang area. I felt asleep during the flight as well as in the hotel, since it was very tiring. Now I fly First Class British Airways and stay in the luxury Ritz Carlton hotel, but I couldn't sleep either in the airplane or int the hotel. Ha......". He then continued, "Being the First Class passanger is very lonely. One day you can understand what I said." Saya cuman mengangguk-angguk waktu mendengar kata-kata tersebut. Dan malam ini saya benar-benar akan mencicipi fasilitas First Class. Setiba di check ini counter, saya coba me-rekonfirmasi boarding pass saya sekaligus meminta voucher untuk masuk ke VVIP lounge. Ternyata benar, kami semua diupgrade ke First Class. Dengan tampang yang dikeren-kerenkan kami memasuki VVIP lounge yang langsung disambut dengan sangat ramah oleh staff VVIP yang mengantar kami duduk dan menawarkan menu ala carte untuk makan siang. Emang layanannya beda banget dengan Business Class Lounge yang biasa saya nikmati dalam kunjungan bisnis. Apalagi waktu kami memasuki pesawat dan diantar duduk di First Class. Ada 12 tempat duduk First Class di pesawat Boing 747-400 China Airline yang kami naiki. Anak-anak langsung ephoria dan foto-fotoan di cabin sebelum pesawat berangkat. Saya sendiri berusaha kalem, walaupun dalam hati juga kagum dengan fasilitas ini. I had a dream, that one day I will fly First Class not because I am being upgraded. Mugo-mugo mimpi ini tercapai ya. Soal fenomena foto-fotoan, saya jadi inget dulu waktu terbang Economy Class ke Lagos via Dubai naik Emirate. Sebagian penumpangnya adalah para TKW yang mungkin baru pertama kali terbang. Begitu sampai di pesawat, bahkan hampir sepanjang perjalanan Jakarta - Dubai, mereka foto-fotoan. Mungkin buat update status di facebook. Begitu pesawat takeoff, kami disajikan makanan mulai dari makanan pembuka, appetizer, sup, salat, First Cource, Main Course, Desset, sampai makanan penutup. Edian tenan, perut sampe bener-bener bletengen kekenyangan. Si kecil Eugenia yang kebetulan duduk di kursi couple sama saya juga tampak menyantap makanan dengan lahapnya. Sementara Gaby sama seperti maminya, seperti biasa dengan kekalemannya. Secawan red wine perancis buatan tahun 1995 menjadi pengantar tidurku. Oya, sesudah makan, lampu diredupkan dan kursi tempat duduk disulap oleh pramugari menjadi kasur flat yang dilapisi matras, seprei, selimut, bantal dan guling. Jadi orang kaya emang enak. He..... Setibanya di LA kami dijemput oleh perwakilan ATS yang bernama Iie, orang Indonesia yang sudah 16 tahun bermukim di LA. Seharusnya dia hanya bertugas menjemput kami di bandara dan langsung mengantar ke hotel. Tapi berhubung hari masih sore, kami memutuskan untuk minta diantar ke Holliwood. Di sono anak2 berebutan foto dengan tokoh2 yang mirip dengan bintang film terkenal. Busyet deh, tiap pose usd 5 melayang. Orang Amrik memang pintar cari duit. Sepulang dari Holliwood, kami menuju ke Beverly Hills di mana banyak orang-orang kaya LA dan artis-artis kelas atas tinggal. Berbagai butik kelas satu berjejeran dan mobil-mobil mewah bersliweran. Sayang ndak sempet mampir ke rumah Julia Robert atau Madonna. He...... Makan malam adalah acara kami berikutnya. Seperti biasa di acara tour ATS, makan malam banyak didominasi oleh Chinese dan Thai Food. Kami makan di Grand China Resto Anaheim. Nasi sebakul gedhe langsung kami lahap habis, berikut 8 jenis lauk yang rata-rata enak untuk standard American Chinese Food. Setibanya di hotel Doubletree by Hilton Anaheim waktu sudah menunjukkan pukul 21.30 malam. Tanpa sempat beol apalagi mandi, kami bergegas lagi jalan ke Disneyland yang hanyak berjarak 15 menit dari hotel. Sebenarnya badan saya sudah capai sekali, dan terutama perut sudah "bega" diisi berbagai macam makanan sejak dari Taipei. Ibarat memory, sudah hampir full, jadi perlu didown load. Cuman anak2 tetep ngotot pengin liat Disney. Setibanya di Disneyland, emang ternyata arena permainannya hampir tutup, sehingga kami memutuskan untuk hanya jalan-jalan di Disney Downtown sambil beli beberapa souvenir khas Disney. Lewat tengah malam kami kembali ke hotel dengan kondisi badan yang remuk redam. It's a very long day.

Post Top Ad

Pastiin Dulu